Walhi Kal-Sel mendorong aksi “bersih-bersih Parlemen”

Senin 22 Februari 2013 bertepatan dengan peringatan Hari Bumi, Berry Nahdian Forqan, Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) periode 2008 – 2012 resmi mendaftarkan diri menjadi calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah pemilihan Kalimantan Selatan setelah memenuhi semua persyaratan untuk menjadi calon DPD RI yaitu fotocopy KTP (Kartu Tanda Penduduk) dukungan dengan jumlah lebih dari 7000 lembar dari 13 Kabupaten di Kalimantan Selatan.

mendaftar1Pendaftaran Bang Berry (sapa akrabnya) ke KPU Provinsi Kalimantan Selatan dengan di dampingi Dewan Daerah WALHI Kal-Sel, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Kal-Sel, Tokoh beserta masyarakat adat Dayak Pitap, Forum Pedagang Kaki Lima Murjani (FORKAMU), serta anggota jaringan WALHI KalSel.

Dukungan dalam pencalonan Bang Berry tersebut dalam rangka WALHI seluruh Indonesia mendorong kampanye “ Bersih-bersih Parlemen dari Perusak Lingkungan”. Oleh karena itu Walhi seluruh Indonesia mendorong para alumni dan senior-senior WALHI yang saat ini tidak terikat secara struktural baik dengan WALHI Nasional ataupun WALHI di Daerah mengambil peran-peran politik di eksekutif dan legislatif. Hal ini bertujuan agar mendorong perubahan kebijakan yang lebih berkeadilan dan berpihak terhadap lingkungan hidup serta pengelolaan sumber-sumber kehidupan secara lestari.

Pada hari bumi tahun ini, 22 April 2013, merupakan hari terakhir Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup WALHI di Surabaya dengan mengusung tema “Bersih-bersih Parlemen dari Para Perusak Lingkungan”, WALHI mengingatkan kita kembali bahwa saat ini rakyat terabaikan, hak rakyat telah dirampas dan kontestasi politik saat ini tidak lagi berbicara kesejahteraan rakyat. Maka saatnya rakyat memiliki kesadaran politik yang kuat dalam menghadapi tahun politik ini yang juga dipenuhi sejumlah calon dari aktor-aktor perusak lingkungan. Di tengah situasi ancaman percepatan perubahan iklim dan krisis ekologis, Indonesia membutuhkan sosok kepemimpinan, bukan hanya presiden, gubernur, bupati dan walikota, namun juga anggota DPR/DPRD, yang memiliki visi untuk menciptakan perbaikan lingkungan. Sebagaimana diketahui bahwa pembangunan yang berorientasi yang hanya semata-mata mengutamakan pertumbuhan ekonomi telah menyebabkan peminggiran rakyat dan hancurnya ekosistem dan keaneka ragaman hayati.

Leave a Reply

Your email address will not be published.