by
on
under Lingkungan
tagged
Permalink

Bocornya Waduk IPAL PKS Rantau Estate

Masyarakat Desa Bakau Meminta Pertanggungjawaban Akibat Bocornya Waduk IPAL PKS Rantau Estate di Sungai Cengal

foto1Puluhan warga Desa Bakau Kec. Pamukan Utara Kab. Kota Baru didampingi Walhi Kal-Sel bersama-sama mendatangi PKS Rantau Estate PT. Laguna Mandiri (Minamas Group), senin (28/1/2013) pagi, guna berdiskusi untuk menyelesaikan masalah terkait tercemarnya sungai cengal akibat bocornya waduk IPAL (instalasi pengolahan air limbah) milik PT. Laguna Mandiri pada tanggal 27 November 2012 dan mengakibatkan matinya fauna di sungai cengal, dimana sungai tersebut ialah merupakan tempat masyarakat menggantungkan hidup mereka seperti mencari ikan, udang sebagai mata pencaharian warga sehari-hari.

Kasus ini sebelumnya telah diputuskan selesai dengan keputusan damai tanpa pertanggungjawaban apapun secara sepihak oleh pihak perusahaan, karena menurut hasil uji laboratorium sampel air di  sungai cengal yang dilakukan oleh BLHD Kota Baru menunjukan bahwa sungai tersebut tidak tercemar dan kadar racun yang terkandung tidak melebihi dari baku mutu air limbah yang ditetapkan oleh Peraturan Gubernur.
Namun masyarakat tidak menerima hasil uji laboratorium tersebut karena informasi menyebutkan bahwa pengambilan sampel air yang dilakukan oleh BLHD Kota Baru dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2012, tujuh hari pasca kejadian bocornya limbah, hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap hasil uji lab karena sungai cengal merupakan sungai pasang surut.
Walhi kal-sel pun melakukan uji laboratorium sendiri dari sampel air yang diambil oleh salah satu warga yang disaksikan oleh puluhan masyarakat sehari pasca kejadian bocornya limbah, dan hasil uji lab ialah kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) menunjukan angka 1433,33 dimana aturan menurut Baku Mutu Air Limbah Per Gub No. 36 Th. 2008 ialah 100.

Ketika ditemui di PKS Rantau Estate, Senior Manager PT. Laguna Mandiri M. Rakhmad Nashor  mengatakan bahwa pihak perusahaan tetap bersandarkan pada hasil uji labotaorium BLHD Kota Baru yang kesimpulannya ialah perusahaan tidak mau bertanggung jawab atas matinya habitat fauna di bantaran sungai cengal. Dalam dialog tersebut terjadi perdebatan yang sangat rumit, yang akhirnya masyarakat Desa Bakau didampingi Walhi Kal-Sel menyodorkan surat tuntutan ganti rugi atas hilangnya mata pencaharian mereka serta pembuatan sumur di setiap RT akibat tercemarnya sungai cengal oleh bocornya waduk instalasi pengolahan air limbah milik PT. Laguna Mandiri. Masyarakat meminta jawaban dari tuntutan tersebut selambat-lambatnya dua minggu sejak surat tuntutan tersebut diterima, yang apabila kemudian jawaban tidak diterima oleh masyarakat selama kurang dari dua minggu maka masyarakat akan mengancam menutup aktivitas pabrik kelapa sawit Rantau Estate.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *