You are currently viewing INISIASI MANDIRI EKONOMI DIBAHAS DALAM RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI BANUA BAWANA LESTARI

INISIASI MANDIRI EKONOMI DIBAHAS DALAM RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI BANUA BAWANA LESTARI

Koperasi Banua Bawana Lestari menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2026 pada Selasa (31/3/2026) di Rumah Gerakan Rakyat WALHI Kalsel sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola koperasi yang transparan, partisipatif, dan berbasis pada kebutuhan anggota. RAT pertama setelah koperasi dibentuk ini dihadiri oleh anggota koperasi, jaringan WALHI Kalsel, fungsionaris Eksekutif Daerah dan Dewan Daerah WALHI Kalsel serta Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Bambang Dedi Mulyadi selaku Kepala Bidang Kelembagaan. Forum ini menjadi ruang musyawarah mufakat, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan Rencana Kerja Anggaran Pendapatan untuk tahun buku berikutnya.

Di tengah krisis ekologi dan ketimpangan ekonomi dari dominasi kapital yang makin nyata, koperasi ini hadir sebagai inisiatif kemandirian ekonomi, sebuah upaya implementasi narasi tanding tentang alternatif ekonomi dari warga untuk warga. Kalimantan Selatan yang kaya sumber daya alam dan masyarakatnya yang cangkal (ulet), telah melahirkan berbagai produk berbasis komunitas yang bernilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam.

Produk seperti ikan asin gabus dari Desa Sapala dan Bararawa di Kecamatan Paminggir, Hulu Sungai Utara, serta olahan sirup kayu manis dan beras merah dari Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan, menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sumber daya alam dapat dilakukan tanpa merusak lingkungan.

“RAT bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang untuk memastikan koperasi tetap berjalan sesuai prinsip kebersamaan dan keberlanjutan.” ujar Muhammad Tamsi selaku Ketua Koperasi Banua Bawana Lestari.

Tamsi juga menambahkan perlu adanya komunikasi para pihak untuk menjadikan koperasi ini sebagai gerakan ekonomi yang tetap menjaga nilai dan prinsip keadilan ekologis. Rapat ini berjalan lancar dengan suasana hangat kekeluargaan.

“Diproyeksikan koperasi ini menjangkau 58 anggota individu, 8 anggota lembaga, dan masyarakat dampingan WALHI Kalsel. Harapannya juga dapat memberi manfaat pada masyarakat luas,” ujar Tamsi.

Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalsel yang diwakili oleh Bambang Dedi Mulyadi menyampaikan komitmen siap memfasilitasi agenda-agenda yang berkaitan dengan kemajuan koperasi.

“Apresiasi untuk WALHI Kalsel karena mengundang kami dan memberi suasana diskusi yang hidup namun santai. Kita bisa berkolaborasi untuk koperasi, terlebih koperasi ini baru dibentuk beberapa bulan di 2025 namun taat administrasi dalam melaksanakan RAT di Maret 2026,” ujarnya tegas.

Raden Rafiq S.F.W. selaku Direktur WALHI Kalsel menyampaikan perihal koperasi sebagai bagian dari perjuangan. Ia menyinggung soal potret ekonomi skala korporasi di Kalsel yang dominan merusak ruang hidup dan menghilangkan mata pencaharian masyarakat lokal dan masyarakat adat. “Koperasi ini dibangun dengan semangat bukan hanya sebagai gerakan ekonomi, tapi juga cara pandang bahwa ekonomi bisa tumbuh tanpa harus mengorbankan ruang hidup,” tegas Raden.

Melalui RAT 2026, Koperasi Banua Bawana Lestari bersama WALHI Kalimantan Selatan menegaskan komitmen untuk terus mendorong praktik ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi anggota di tengah berbagai tantangan yang ada.

Narahubung:

pewalhikalsel@proton.me

Walhi Kalimantan Selatan

Non-Governmental Organization

Tinggalkan Balasan